Raja Forex Indonesia
Referensi terkini seputar perdagangan forex (valuta asing)
Menu

Mengenal Stop Loss dalam Forex Trading January 10, 2016

Apakah dalam trading forex, para trader akan mengalami kerugian? Tentu jawabannya iya karena pergerakan harga hanya tidak bisa dianalisa secara pasti. Terkadang, analisa teknikal dan fundamental yang sudah dipakai pun sering meleset dari perkiraan sehingga mau tak mau trader harus merugi. Meskipun begitu, kerugian yang didapat bisa diminimalisir dengan perancanaan yang matang, strategi yang berkualitas, dan juga fitur pemberhenti atau pembatas kerugian yang disebut dengan stop loss. Pernah dengar tentang fitur ini tapi masih belum begitu memahami fitur tersebut? Jika iya, ada baiknya untuk membaca informasinya di bawah ini:

stop loss

Apa itu stop loss?

Stop loss adalah sebuah fitur pasangan dari fitur take profit. Fitur ini juga merupakan bagian dari managemen resiko yang memungkinkan trader untuk menutup posisinya pada level tertentu ketika mengalami kerugian. Dengan begitu, kerugian yang dialami tidak akan terlalu besar. Sebagai contoh, seorang trader membeli mata uang dengan nilai 1,000 dollar dan memasang stop loss pada level 900 dollar pada transaksi berikutnya. Ternyata pada transaksi berikutnya pergerakan nilai mata uang memang menyentuh nilai 900 dollar, maka secara otomatis, posisinya akan tertutup dan kerugian yang didapat hanya 100 dollar saja.

Bagaimana cara menentukan stop loss?

Jika menganggap bahwa menentukan stop loss adalah hal yang gampang, hal tersebut salah besar. Mengapa? Terkadang pergerakan pasar tidak sesuai dengan hasil analisa sehingga trader yang seharusnya mendapatkan keuntungan, justru tidak mendapatkan apa-apa. Misalnya, pada transaksi pertama, trader membeli mata uang senilai 100 dollar dan pada transaksi kedua dia memasang stop loss di level 80 dollar (ini artinya dia akan menjual mata uang dengan nilai 80 dollar secara otomatis jika pergerakan mata uang menukik ke bawah). Sayangnya, pada kenyataanya pergerakan mata uang justru menaik ke level 110 dollar, tentu trader akan menyesal karena sudah memang stop loss. Oleh sebab itu, menentukan stop loss tidaklah gampang karena ada beberapa faktor yang harus diperhatikan terlebih dahulu. Adapun faktor-faktor yang dimaksud adalah time frame yang lebih besar, break pertama, dan take profit point. Di samping itu, level stop loss juga bisa dilakukan berdasarkan strateginya, seperti stop loss pada blind trading dan real trading.

Pada intinya adalah menentukan kapan mengeksekusi stop loss tidak bisa dilakukan sembaranga. Harus ada analisa dan perencanaan terlebih dahulu sebelum menentapkan di level berapa akan menggunakan fitur ini. Jika masih bingung, trader disarankan untuk meminta saran, pendapat, dan bantuan dari para broker. Hal ini penting untuk dilakukan guna menghindari kesalahan dalam mengambil keputusan.

Apakah harus menggunakan fitur ini dalam setiap transaksi?

Seperti disinggung di atas, stop loss sebaiknya tidak bisa asal-asalan digunakan kecuali ingin kehilangan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan. Oleh sebab itu, jika ditanya apakah harus menggunakan fitur ini dalam setiap transaksi, tentu jawabannya tidak. Jika trader merasa bahwa pergerakan dan trend pasar terhadap nilai mata uang akan meningkat, mengapa harus memasang stop loss? Jika fitur ini dipasang, tentu keuntungan tidak akan didapat. Sebaliknya, jika pergerakan dan trend pasar terhadap nilai mata uang menukik ke bawah, menggunakan stop loss sangatlah dianjurkan guna memperkecil resiko mengalami kerugian besar.

Oya, dalam hal ini peran forex broker sangat krusial karena mereka bisa membantu trader dalam menganalisa dan memperkirakan pergerakan dan trend pasar pada transaksi selanjutnya, apakah bergerak ke atas atau ke bawah.

Categories: Forex

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *